Hukum Menipiskan
Alis, Memanjangkan Kuku Dan Memakai Kuteks
﴿ حكم تخفيف الحاجب وتطويل الأظافر ووضع المناكير ﴾
] Indonesia – Indonesian – [ إندونيسي
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
Terjemah : Muhammad
Iqbal A. Gazali
Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad
2011 - 1432
﴿ حكم تخفيف الحاجب وتطويل
الأظافر ووضع المناكير ﴾
« باللغة الإندونيسية »
الشيخ عبد العزيز
بن باز رحمه الله
ترجمة: محمد إقبال أحمد
غزالي
مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو
2011 - 1432
بسم الله الرحمن الرحيم
Hukum Menipiskan Alis, Memanjangkan
Kuku Dan Memakai Kutek
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
Pertanyaan
1: Apakah
hukumnya menipiskan rambut yang keluar dari alis?
Pertanyaan
2: Apakah
hukumnya memanjangkan kuku dan memakai kutek, perlu diketahui bahwa saya
berwudhu sebelum memakainya dan saya biarkan hingga 24 jam lalu saya buang?
Pertanyaan
3: Bolehkah wanita berhijab tanpa menutup wajahnya apabila safar ke luar
negeri?
Jawaban1:
Tidak boleh bagi wanita mengambil (mencukur) rambut kedua alis dan tidak boleh
pula menipiskannya, berdasarkan hadits yang berbunyi:
قال رسول الله e : ((أن رسول
الله e :لَعَنَ النَّامِصَةَ وَالْمُتَنَمِّصَةَ))
Bahwa Rasulullah mengutuk wanita yang menipiskan alis dan yang meminta ditipiskan
alisnya.[1]
Para ulama menjelaskan bahwa
mengambil rambut alis termasuk namsh (yang disebutkan dalam hadits).
Jawaban 2: Memanjangkan kuku
termasuk perbuatan menyalahi sunnah. Disebutkan dalam hadits:
قال رسول الله e : ((الفِطْرَةُ
خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ: الْخِتَانُ
وَاْلاِسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيْمُ اْلأَظَافِرِ وَنَتْفُ اْلإِبْطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ
))
Rasulullah
bersabda: 'Fitrah ada lima – atau lima perkara termasuk fitrah: khitan,
mencukur
rambut kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan memangkas kumis."[2]
Tidak boleh dibiarkan lebih dari empat
puluh (40) hari, berdasarkan hadits dari Anas Radiallahu’anhu, ia berkata: 'Diberikan waktu untuk kami dalam
memangkas kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur rambut
kemaluan agar kami tidak membiarkan lebih dari empat puluh (40) malam.'[3]
Dan karena
memanjangkannya termasuk menyerupai binatang dan sebagian orang kafir.
Adapun kutek, maka meninggalkannya
lebih utama dan wajib menghilangkannya saat berwudhu karena ia menghalangi
sampainya air ke kuku.
Jawaban 3: Wanita harus
berhijab dari bukan mahram di dalam dan di luar negeri, berdasarkan firman
Allah Subhanahuwata’alla:
قال الله تعالى:﴿ #sÎ)ur £`èdqßJçGø9r'y $Yè»tFtB Æèdqè=t«ó¡sù `ÏB Ïä!#uur 5>$pgÉo 4 öNà6Ï9ºs ãygôÛr& öNä3Î/qè=à)Ï9 £`ÎgÎ/qè=è%ur 4 ﴾
Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka
(isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu
lebih suci bagi hatimu dan hati mereka,... (QS.
al-Ahzaab: 53)
Ayat yang
mulia ini mencakup wajah dan yang lainnya, dan wajah adalah ciri wanita dan
perhiasannya yang paling besar. Dan firman Allah Subhanahuwata’alla:
قال الله تعالى:﴿ $pkr'¯»t ÓÉ<¨Z9$# @è%
y7Å_ºurøX{ y7Ï?$uZt/ur Ïä!$|¡ÎSur
tûüÏZÏB÷sßJø9$# úüÏRôã
£`Íkön=tã
`ÏB £`ÎgÎ6Î6»n=y_ 4 y7Ï9ºs
#oT÷r& br& z`øùt÷èã xsù
tûøïs÷sã
3
c%x.ur
ª!$#
#Yqàÿxî $VJÏm§ ÇÎÒÈ
4 ﴾
Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak
perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min:"Hendaklah mereka mengulurkan
jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu
supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan
Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. al-Ahzab:59)
Dan firman
Allah Subhanahuwata’alla:
قال الله تعالى:﴿... wur úïÏö7ã £`ßgtFt^Î wÎ) ÆÎgÏFs9qãèç7Ï9 ÷rr& ÆÎgͬ!$t/#uä ÷rr& Ïä!$t/#uä ÆÎgÏGs9qãèç/4 ... ﴾
...dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka,
kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka,... (QS.
24:31)
Ayat-ayat ini menunjukkan wajibnya
hijab di dalam dan di luar negeri, dari orang muslim dan kafir. Tidak boleh
bagi wanita yang beriman kepada Allah Subhanahuwata’alla
dan hari akhir meremehkan persoalan ini,
karena dalam hal itu termasuk durhaka kepada Allah Subhanahuwata’alla dan
rasul-Nya, dan hal itu membawa kepada fitnah kepadanya di dalam dan di luar
negeri.
Syaikh
Abdul Aziz bin Baz – Fatwa-Fatwa Tentang Wanita – hal. 166-167.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar